YAYASAN AL-ISTIQOMAH KAJEN

Thursday, November 13, 2025

Bacaan awal maulid albarzanji di Masjid Al karomah Kajen. DESA MARIKANGEN

 




Bacaan awal maulid albarzanji di Masjid Al karomah Kajen. DESA MARIKANGEN


#وَلَمَّا رَأَيْتُ الْأَمْــــــــــــــرَ لِلّٰهِ وَحْدَهُ

وَأَنَّ رَسُـــــــوْلَ اللّٰه خَيْرَ الْخَلَائِقِ

#تَوَسَّلْتُ فِيْ أَمْرِي وَتَفْرِيْجِ كُرْبَتِى

بِأَكـْـــــرَمِ مَخْلُوْقِ لِأَكْرَمِ خَالِقِ


arti singkatnya: 

Ketika aku menyadari bahwa urusan ini sepenuhnya berada di tangan Allah,


Dan bahwa Rasulullah adalah sebaik-baik makhluk,


Aku memohon syafaat untuk keadaanku dan kelegaan dari kesusahanku,


Dari makhluk yang paling mulia untuk pencipta yang paling mulia.

Friday, September 5, 2025

Keutamaan memperingati maulid nabi menurut para salafush sholihin





 Terjemah singkat : oleh Ust. SHOBIRIN Akmil. Dari Cirebon

BERKATA :

- IMAM HASAN AL BASHRI : andai saya memiliki emas sebesar gunung uhud, niscaya akan saya infaqkan untuk pembacaan maulid nabi. 

- IMAM JUNAID AL BAGHDADI : brg siapa menghadiri maulid nabi, dia menjadi orang iman yang beruntung. 

- IMAM SYAIKH MA'RUF AL KURKHI : barang siapa yang menyuguhkan maknan, mengumpulkan saudara, menyalakan lampu, memakai baju baru karena maulud nabi maka ia kelak dihimpun di mahsyar  dengan para nabi

- IMAM SYAFII : barang siapa yang mengumpulkn teman2nya, berbuat baik,  menyuguhkan maknan untuk tujuan membaca maulud nabi,  maka ia akan dibangkitkan dengan para syuhada, shidiqin, sholihin,  di surga jannatun naim. 

- IMAM SIRRI SAQTHI : barang siapa menuju suatu tempat, disitu tengah dibacakan maulid nabi, berarti dia tengah menuju taman surga. 

(Wallahu a'lam bish showab).

Sunday, July 20, 2025

*SAMBUTAN KETUA PANITIA PADA ACARA TASYAKKUR KHOTMIL QUR'AN DAN WISUDA TA. 2024/ 2025*



*SAMBUTAN KETUA PANITIA PADA ACARA TASYAKKUR KHOTMIL QUR'AN DAN WISUDA TH. 2025*



اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

أَلْحَمْدُ للهِ، اَلَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ, وَالصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَی حَبِيْبِ اللّٰه مُحَمَّدِ بْنِ  اللّٰه وَ عَلَی اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَ مَنْ وَالَاه, وَقَالَ اللّٰهُ تَعَلَى فِى الْقُرْ أَنِ الْكَرِيْم  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم  

اِنَّا أَنْزَالْنَاهُ قُرْأَنًا عَرَبِيًا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْن. اَمَّا بَعْدُ


Yang sama-sama kita hormati dan kita muliakan para  'ALIM ULAMA, para sesepuh. Yang sama-sama kita hormati pula para guru-guru kita, para orang Tua kita, wabil khusus Kepada Bpk. Drs. AZHARI selaku ketua YAYASAN AL-ISTIQOMAH KAJEN Tak ketinggalan para BAPAK dan IBU GURU di yayasan Al-Istiqomah Kajen, yang kami hormati pula Bapak kuwu Marikangen beserta perangkatnya baik sipil maupun non sipil. rekan-rekan remaja semua yang saya cintai dan saya banggakan, para bapak2 dan ibu2 semua dan santriwan santriwati yayasan Al-Istiqomah Kajen yang sudah menyempatkan hadir dalam acara ini.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Salah satu nikmatnya adalah kita bisa berkumpul dalam acara Tasyakkur khotmil Qur'an, wisudah dan kelulusan dari mulai tingkat PAUD, TKQ, TPQ dan MDTU AL-ISTIQOMAH ini. Semoga acara ini di berkahi dan di ridhoi Allah SWT. 


Kedua kalinya sholawat beserta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW. Beliaulah pemilik syafa'at yg di nanti-nantikan semua umat manusia. Semoga kita semua  mendapatkan syafa'at beliau.. aamiin

Selanjutnya , izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada semua para DONATUR baik dari dalam maupun luar negri khususnya saudara2 kita yg sedang bekerja di TURKI kami haturkan beribu2 terimakasih atas sumbangsihnya baik moril maupun materil. (Semoga saudara2 yg sedang bkerja di TURKI DIBERIKAN KESEHATAN, di mudahkan urusannya dan hasil maqsud) aamiin. Dan tak ketinggalan pula ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada bapak-bapak, ibu2 warga Desa Marikangen khususnya blok Kajen serta rekan-rekan remaja yang sudah merelakan waktu, tenaga, pikiran, sumbangaih moril maupun materilnya, sehingga kami bisa menyelenggarakan acara ini dan terimakasih juga kepada semua yang sudah menyempatkan hadir dalam acara ini. Kehadiran kita di sini adalah bukti komitmen kita untuk terus meningkatkan mutu silaturahmi dan meningkatkan cinta kita kepada Al-qur'an, ilmu dan kepada nabi Muhammad SAW. 


Terakhirkalinya saya mengucapkan beribu-ribu mohon maaf apabila dalam penyambutan dan penyelenggaraan acara ini masi banyak kekurangan disana sini. Mungkin tempatnya kurang memadai dan jamuan yang kurang memuaskan, mohon di maafkan, akhir kalam

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه



Friday, June 27, 2025

Bacaan saat prosesi sungkuman



Setiap akhir Tahun Ajaran pendidikan biasanya ada momen sungkeman murid ke guru. Dimana momen ini menjadi momen haru yang biasanya cukup menguras emosi dan air mata tentunya bagi murid yang sangat menikmati proses pembelajaran di sekolah hingga rasanya sangat berat harus meninggalkan masa-masa yang telah dilalui baik bersama teman-nya, guru maupun lingkungan sekolah. Prosesi sungkuman juga biasanya terjadi saat acara nikahan dimana pengantin pria maupun perempuan sungkeman kepada orang tua maupun mertuanya. 


Prosesi ini akan menjadi bermakna jika ketika sungkeman perpisahan kelas akhir, GURU yang di sungkemin. Atau pas momen sungkeman PERNIKAHAN (Orang tua/orang yang di sungkemin). Jangan hanya diam trus nangis haru  saat momen ini. Alangkah baiknya membaca ini.


"رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ" 


artinya: "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." 

*harapannya agar orang yang di do'akan menjadi orang yang berguna dan terpelihara dari siksa api neraka atau murka Allah*


Penjelasan:

Ayat ini merupakan bagian dari Surat Ali Imran ayat 191, yang berisi pernyataan dari orang-orang yang berakal (ulil albab) tentang penciptaan langit dan bumi. Mereka menyadari bahwa penciptaan alam semesta bukanlah sesuatu yang sia-sia, melainkan penuh dengan hikmah dan tujuan. Ayat ini menekankan kebesaran Allah dan perlindungan-Nya bagi hamba-hamba-Nya dari siksa neraka. 

Makna Ayat:

رَبَّنَا (Rabbana): Ya Tuhan kami.

مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا (maa khalaqta haadza baathilan): Tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.

سُبْحَانَكَ (subhaanaka): Maha Suci Engkau.

فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (faqina 'adzaaban naar): Maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Tafsir Pendek:

Ayat ini menyampaikan rasa syukur dan pengakuan terhadap kebesaran Allah atas penciptaan alam semesta. Orang-orang yang berakal merasa bahwa alam semesta ini memiliki makna dan tujuan yang mendalam, dan bukan sesuatu yang sia-sia. Mereka memohon kepada Allah agar dijauhkan dari siksa neraka, yang merupakan hukuman bagi orang-orang yang tidak beriman dan tidak menjalankan perintah-Nya. 

Kaitan dengan Ayat Lain:

Ayat ini sering dibaca bersama dengan ayat 190 dari Surat Ali Imran, yang berbunyi: 


 إِنَّ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّیۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَـَٔایَـٰتࣲ لِّأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ 

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan, kebesaran, dan hikmah Allah) bagi orang-orang yang berakal." Ayat 190 ini menjadi latar belakang bagi ayat 191, yang menjelaskan bagaimana orang-orang yang berakal merenungkan penciptaan tersebut dan memohon perlindungan kepada Allah. 


Thursday, June 5, 2025

الصلوات البدرية للشيخ محمود مختار رحمه الله

 


الصلوات البدرية للشيخ محمود مختار  رحمه الله


صلاة الله سلام الله

على المختار عندالله

محمد نبن عبد الله

واهل   البدر يا الله

Ya Allah,  semoga solawat dan salam atas nabi yg terpilih di sisi Allah  nabi muhammad bin Abdullah dan jg atas ahli badar.

الهى قد توسلت اليك لكل ما رمت       فكن لى عندما احتجت   باهل البدر يا الله

Ya Allah ya tuhanku , aku mohon dg sangat  kpdMu  segala apa yg kuinginkan.

Semoga Engkau memberikan tanggungan kpdku di

kala aku punya hajat,

berkat kemuliaan ahli badar.

الهى فاغفر الذنبا  وتب واستر لى العيبا    وفرج 

عني الكربا     باهل البدر

يا الله

Ya Allah ya tuhanku , ampunilah dosaku , terimalah tobatku ,  tutuplah aibku dan lepaskanlah kesusahanku,  berkat kemuliaan ahli badar.

الهى واصرف الكيدا    من 

الشيطان والاعدا     ورد

عليهم بعدا  باهل البدر 

يا الله

Ya Allah ya tuhanku, bebaskan tipu daya syetan dan para musuh dan lepaskan mereka sejauh jauhnya, berkat kemuliaan ahli badar.

الهى واكفنى الرزقا  وهب لى العلم والحقا   وحسن

الخلق والخلقا   باهل البدر 

يا الله

Ya Allah ya tuhanku, 

cukupkanlah rizkiku , berikanlah kpdku ilmu dan kebenaran serta rupa dan akhlak yang baik, berkat kemuliaan ahli badar.

الهى واهدنى السرا   واوزعنى لك الشكرا

كذا واختم لي الخيرا 

باهل البدر يا الله.

Ya Allah ya tuhanku, tunjukkanlah batinku , tunjukkanlah aku untuk bersukur kpdMu serta akhirilah hidupku dg  kebaikan, berkat kemuliaan ahli badar.

 الهى واجز عن كل   نبيا

خاتم الرسل  صلاة تنجى

من هول  باهل البدر يا الله

Ya Allah ya tuhanku,

berikan balasan kpd nabi rasul terakhir dari semuanya itu ( doa2 yg dipanjatkan ) dg sholawat yg menyelamatkan dari segala hal yg mengerikan, berkat kemuliaan ahli badar.

Saturday, March 8, 2025

SALAH PAHAM TENTANG MERAPATKAN & MELURUSKAN SHAFF DALAM SHOLAT

dari Buya Amar Ma'ruf

SALAH PAHAM TENTANG MERAPATKAN & MELURUSKAN SHAFF DALAM SHOLAT

Awalnya, kami ingin menyusun artikel tentang permasalahan “meluruskan dan merapatkan shaff” secara luas dan detail. Akan tetapi, karena telah ada beberapa penulis yang menyusunnya, maka niat tersebut kami urungkan. Kali ini kami hanya akan fokus untuk membahas kekeliruan dalam hal memahami dan mengamalkan hadits-hadits tentang merapatkan dan meluruskan shaff saja. Dikarenkan masih sangat sedikit yang membahasnya.

Telah dimaklumi bersama, bahwa sebagian saudara-saudara kita, mempraktekkan hadits-hadits tentang merapatkan shaff dengan cara menempelkan mata kaki dengan mata kaki dan bahu dengan bahu ketika mulai shalat. Bahkan ada kejadian-kejadian yang lebih dari itu, seperti kondisi “mengangkang”, “mengejar” kaki orang lain, dan “tarik baju orang” yang tidak menempelkan mata kakinya.

Insya Allah, kita akan bahas masalah ini secara obyektif dan adil. Tanpa ada niatan untuk menyudutkan atau ingin merendahkan pihak tertentu. Akan tetapi, hanya semata upaya untuk meluruskan suatu permasalahan yang telah berlangsung lama dan diyakini sebagai sesuatu yang benar.

Mereka yang berpendapat bahwa merapatkan shaff dengan cara menempelkan mata kaki dengan mata kaki dan bahu dengan bahu, berdalil dengan beberapa hadits.

Diantaranya hadits dari Anas bin Malik –radhiallohu ‘anhu- beliau berkata, Rosulullah –shollallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي، وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ، وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ»

“Luruskan shaff-shaff kalian ! maka sesungguhnya aku aku melihat kalian dari belakang punggungku.” (Anas bin Malik berkata ) : Dan adalah salah satu dari kami melekatkan pundaknya dengan pundak sahabatnya dan telapak kakinya dengan telapak kaki sahabatnya.” [ HR. Al-Bukhari : 725 ].

Hadits ini bisa dijelaskan dari beberapa sisi :

[1]. Yang dimaksud dengan kata “melekatkan/menempelkan” pundak dengan pundak dan telapak kaki dengan telapak kaki, bukanlah makna hakiki. Akan tetapi suatu kata yang dimaksudkan untuk “penyangatan” saja. Bukan benar-benar nempel antara mata kaki dan pundak. Hal ini dijelaskan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar –rahimahullah- :

الْمُرَادُ بِذَلِكَ الْمُبَالَغَةُ فِي تَعْدِيلِ الصَّفِّ وَسَدِّ خَلَلِهِ

“Yang diinginkan dengan hal itu, berlebihan/penyangatan dalam meluruskan shaf dan menutup (mengisi) celah-celahnya (yang masih kosong).” [ Fathul Bari : 2/211 ].

Jadi makna hadits di atas, para sahabat berusaha untuk merealisasikan perintah nabi untuk meluruskan dan merapatkan shaf dengan sangat baik, sampai “seolah-olah” mereka menempelkan mata kaki dan pundak mereka dikarenakan sangat rapatnya. Bukan berarti benar-benar nempel. Ini salah satu uslub bahasa Arab dimaklumi oleh siapapun yang telah mempelajarinya.

Dalam bahasa Indonesia pun ada seperti ini. Misalnya ketika kita mau dipinjami uang oleh teman kita, maka kita akan menjawab : “Maaf, saya lagi tidak punya uang.” Jawaban ini bukan berarti kita tidak punya uang sama sekali. Akan tetapi maksudnya, kita punya uang cuma sedikit, “seolah-olah” tidak punya uang.Atau kalau kita sebagai seorang ustadz, lalu kita bicara kepada hadirin : “Mohon duduknya merapat !”. Bukan berarti harus sampai nempel kaki dan badan mereka. Kalau demikian, nanti malah tidak bisa atau minimal terganggu saat mau menulis. Disamping juga ada rasa risi tentunya.

Ternyata, pemahaman Al-Hafidz Ibnu Hajar –rahimahullah- terhadap hadits di atas, merupakan pemahaman aimatul arba’ah (Imam Madzhab yang empat, yaitu Abu Hanifah, Malik bin Anas, Asy-Syafi’i dan Ahmad bin Hambal). Seperti apa yang telah dinyatakan oleh Imam Muhammad Anwar Syah Al-Kasymiri Al-Hindi (w.1353 H) –rahimahullah- :

قال الحافظ: المراد بذلك المبالغة في تعديل الصفِّ وسدِّ خلله. قلتُ: وهو مراده عند الفقهاء الأربعة


“Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata : “Yang diinginkan dengan hal itu, berlebihan/penyangatan dalam meluruskan shaf dan menutup (mengisi) celah-celahnya (yang masih kosong).” Aku (Al-Kasymiri) berkata : DAN INILAH (MAKNA) YANG DIINGINKAN OLEH PARA IMAM YANG EMPAT.” [Faidhul Bari ‘Ala Shahih Al-Bukhari : 2/302 ].

Jika imam madzhab yang empat saja TELAH SEPAKAT memahami demikian, maka pemahaman yang keluar darinya, berarti telah menyelisihi pendapat yang disepakati oleh mereka. Dan seperti ini, dikatagorikan oleh Imam Al-Qarafi –rahimahullah- “seperti” menyelisihi ijma’ (konsensus ulama’). Artiya, kesepakatan mereka memiliki kedudukan yang sangat kuat, hampir-hampir mendekati ijama’’.Sehingga sangat tercela jika ada yang menyelisihinya.

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali –rahimahullah- berkata :

وحديث أنس هذا يدل على أن تسوية الصفوف : محاذاة المناكب و الأقدام

“Hadits Anas ini menunjukkan, sesungguhya meluruskan shaf itu (maksudnya) : pundak dan kaki setentang/sejajar (bukan nempelnya yang diinginkan).” [ Fathul Bari : 6/282 ].

Seorang alim salafy, asy-syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin –rahimahullah- juga menjelaskan sebagaimana yang dipahami oleh para imam yang telah berlalu penyebutannya. Bahkan beliau menambahkan, bahwa penempelan mata kaki dengan mata kaki dan pundak dengan pundak itu hanya sarana (alat ukur) untuk menentukan kelurusan dan kerapatan shaf saja. Begitu sudah lurus, tidak ditempelkan lagi.
Kemudian shalat baru dimulai.

Beliau –rahimahullah- berkata :

الصحابة -رضي الله عنهم- فإنهم كانا يسوون الصفوف بإلصاق الكعبين بعضهما ببعض ، أي أن كل واحد منهم يلصق كعبه بكعب جاره لتحقق المحاذاة وتسوية الصف، فهو ليس مقصوداً لذاته لكنه مقصود لغيره كما ذكر بعض أهل العلم، ولهذا إذا تمت الصفوف وقام الناس ينبغي لكل واحد أن يلصق كعبه بكعب صاحبه لتحقق المساواة،وليس معنى ذلك أن يلازم هذا الإلصاق ويبقى ملازماً له في جميع الصلاة.

“Para sahabat, sesungguhnya mereka meluruskan shaf dan melekatkan dua mata kaki sebagian mereka dengan sebagian yang lain, ARTINYA : sesungguhnya tiap satu dari mereka melekatkan mata kaki dengan mata kaki orang di sampingnya UNTUK MEWUJUDKAN  KESETENTANGAN DAN KELURUSAN SHAF. Dan ini (melekatkan mata kaki dan pundak), bukanlah sesuatu yang dimaksudkan. Akan tetapi ia merupakan sesuatu yang dimaksudkan untuk (mewujudkan) sesuatu yang lain, sebagaimana hal ini telah disebutkan oleh para ulama’. Oleh karena itu, jika shaf telah sempurna (penuh) dan manusia telah berdiri, seyogyanya setiap orang untuk menempelkan mata kakinya dengan mata kaki temannya untuk merealisasikan kelurusan (shaf). BUKANLAH HAL ITU BERMAKNA, BAHWA SEORANG HARUS MENEMPELKAN(NYA) SECARA TERUS SEPANJANG SHALATNYA.” [Fatawa Arkanil Islam : 312 ].

Pendekatan penjelasan Asy-Syaikh –rahimahullah- di atas seperti ini. Dalam baris berbaris, ada perintah dengan istilah “Lencang kanan” atau “setengah lencang kanan”. Dua perintah ini, hanyalah “alat” untuk meluruskan dan merapatkan barisan. Nanti setelah lurus, maka tangan diturunkan. Bukan berarti tangan harus lencang terus. Ini perkara yang kita maklumi bersama.

Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid–rahimahullah- berkata :

فهذا فَهْم الصحابي - رضي الله عنه - في التسوية: الاستقامة, وسد الخلل, لا الإِلزاق وإِلصاق المناكب والكعاب

“Makna ini (apa yang disampaikan Ibnu Hajar) merupakan pemahaman para sahabat –radhiallahu ‘anhum- dalam meluruskan (shaf), yaitu : lurus dan menutup celah, bukan melekatkan dan menempelkan pundak dan mata kaki.” [ La Jadida fi Ahkamish Shalat : 12 ].

[2].Bahkan, amaliah sebagian orang yang melekatkan mata kaki dan pundak mereka dengan mata kaki dan pundak orang yang ada di samping kanan dan kiri mereka, termasuk perbuatan yang ghuluw (melampaui batas), takalluf (memaksakan diri) serta aneh. Kenapa ? karena tidak ada satupun dalil yang menujukkan kepadanya dan tidak ada para ulama’ –sejauh pengetahuan kami- yang memahami dan mengamalkan demikian.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin –rahimahullah- berkata :

ومن الغلو في هذه المسألة ما يفعله بعض الناس من كونه يلصق كعبه بكعب صاحبه ويفتح قدميه فيما بينهما حتى يكون بينه وبين جاره في المناكب فرجة فيخالف السنة في ذلك، والمقصود أن المناكب والأكعب تتساوى

“Termasuk perbuatan ghuluw (melampaui batas) dalam masalah ini (merapatkan dan meluruskan shaf), apa yang dilakukan oleh sebagian manusia, berupa melekatkan mata kakinya dengan mata kaki sahabatnya, dan membuka kedua kakinya (ngangkang) di antara keduanya, sehingga terjadi celah/jarak antara pundaknya dengan pundak temannya. Maka dia telah menyelisihi sunnah dalam hal itu. Padahal yang dimaksud, pundak-pundak dan mata kaki-mata kaki itu bisa lurus (bukan melekatnya).” [ Fatawa Arkanil Islam : 312 ].

Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid–rahimahullah- berkata :

فإِن إِلزاق العنق بالعنق مستحيل, وإِلزاق الكتف بالكتف في كل قيام, تكلف ظاهر. وإِلزاق الركبة بالركبة مستحيل, وإِلزاق الكعب بالكعب, فيه من التعذر, والتكلف

“Melekatkan pundak dengan pundak dalam setiap berdiri (ketika shalat) termasuk perbuatan takalluf (memberatkan diri) yang sangat jelas. Melekatkan lutut dengan lutut, perkara yang mustahil. Melekatkan mata kaki dengan mata kaki, di dalamya terdapat perkara yang sangat sulit (terwujud) dan memberatkan diri.” [ La Jadida : 11 ].

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafidzahullah- berkata :

وليس معنى رص الصفوف ما يفعله بعض الجهال اليوم من فحج رجليه حتى يضايق من بجانبه؛ لأن هذا العمل يوجد فرجا في الصفوف، ويؤذي المصلين، ولا أصل له في الشرع

“Bukanlah makna merekatkan shaf, apa yang dilakukan oleh sebagai orang-orang bodoh di hari ini berupa perenggangan (ngangkang) kedua kakiya sampai menyempitkan orang yang di sisinya. Karena sesungguhnya amalan ini akan didapatkan celah di dalam shaf, menganggu orang yang shalat, serta tidak ada asalnya dalam syari’at.” [ Al-Mulakhash Al-Fiqhi : 124 ].

[3]. Merapatkan shaf, bukan berarti tanpa ada celah. Akan tetapi diperlukan celah untuk mendapatkan kenyamanan dalam melakukan gerakan-gerakan shalat. Dimana kadar celahnya tidak terlalu lebar, namun juga tidak sampai mepet/nempel. Celah yang dilarang itu jarak antara dua orang yang bershaf yang bisa di isi oleh satu orang atau lebih.
Adapun jika kurang dari itu, maka ini dianjurkan.

Imam Muhammad Anwar Syah Al-Kasymiri Al-Hindi –rahimahullah- menyatakan :

أي أن لا يَتْرُكَ في البين فرجةً تَسَعُ فيها ثالثًا. بقي الفصل بين الرجلين: ففي «شرح الوقاية» أنه يَفْصِلُ بينهما بقدر أربع أصابع، وهو قول عند الشافعية، وفي قولٍ آخر: قدر شبر.

“Artinya : Janganlah seorang meninggalkan celah/jarak di antara (dia dan orang di sampingnya) yang bisa digunakan untuk satu orang ketiga di dalamnya. Telah tetap adanya jarak antara kedua kaki. Di dalam “Syarh Al-Wiqayah” : Sesungguhnya seorang menyela di atara keduanya seukuran EMPAT JARI. Ini merupakan pendapat Asy-Syafi’iyyah. Dalam pendapat lain, : satu jengkal.” [ Faidhul Bari : 2/302 ].

Jadi yang dimaksud sabda nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- :

وسدوا الخلل ولا تذروا فرجات للشيطان

“Tutuplah celah-celah dan jangan kalian tinggalkan celah-celah untuk syetan.”

Maksudnya, yang dilarang adalah meninggalkan celah yang bisa ditempati oleh satu orang. Bukan berarti tidak ada celah/jarak sama sekali. Seperti kalau nabi memerintahkan kita untuk shalat di awal waktu, bukan berarti kita sudah harus takbiratul Ihram pas detik pertama waktu shalat masuk. Tapi ada jaraknya, untuk berpakaian, untuk wudhu, dan juga berjalan ke masjid. Ini perkara yang dimaklumi bersama. Simak ucapan Ibnu Daqiqil Ied dalam kitabnya “Al-Ihkam” : 2/38.

Hal ini didasarkan berbagai indikasi, diantaranya :

■Kita diperintah untuk melembutkan diri dalam bershaf. Dan hal itu tidak akan terwujud kecuali ada jarak di antara orang-orang yang shalat.  Sebagaimana dalam sebuah hadits, Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

خياركم أَلينكم مناكب في الصلاة

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling lunak/lembut pundaknya di dalam shalat.” [ HR. Abu Dawud ].

Menurut Al-Khathabi –rahimahullah- Kalimat  “paling lembut pundaknya”, maknanya :

ومعناه لزوم السكينة في الصلاة, والطمأْنينة فيها, لا يلتفت ولا يحاك منكبه منكب صاحبه

“Terus menerus tenang dalam shalat, tidak menoleh dan pundaknya tidak memotong (mengoyang) pundak orang lain.” [ Ma’alim Sunan lewat “La Jadida” : 14 ].

Menurut Al-Munawi –rahimahullah- :

ولا يُحاشر منكبُهُ منكبَ صَاحِبه

“Pundaknya jangan sampai berdesakan dengan pundak sahabatnya.”[Faidhul Qadir : 3/466].

■Dalam sebagian gerakan-gerakan shalat, sangat membutuhkan adanya jarak antara orang yang satu dengan yang lain, seperti mengangkat tangan ketika takbir, saat bersedekap, posisi tangan saat rukuk dan sujud yang dijauhkan dari tubuh, saat duduk tasyahhud terkhusus ketika tasyahhud akhir dengan posisi tawwaruk.

Apakah bisa jika tidak ada jarak, kita mengamalkan hadits nabi yang memerintahkan kita untuk merengangkan atau menjauh tangan dari rusuk saat sujud misalkan ? tidak bisa.
Oleh karena itu standar jarak dalam bershaf, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab “Bughyatul Mustarsyidin” (140) :

وتعتبر المسافة في عرض الصفوف بما يهيأ للصلاة وهو ما يسعهم عادة مصطفين من غير إفراط في السعة والضيق

“Dan jarak yang dianggap (diakui) dalam lebar shaf-shaf dengan apa yang seorang bisa mempersiapkan dan mengatur shalat. Dan ia adalah apa yang secara adat mencukupi mereka, orang-orang yang bershaf tanpa berlebihan dalam keluasan dan kesempitan.”

Adapun hadits dari An-Nu’man bin Al-Basyir –radhiallohu ‘anhu- berkata :

وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

“Aku melihat seorang dari kami melekatkan mata kakinya dengan mata kaki sahabatnya.”

Ucapan ini disebutkan oleh Al-Bukhari dalam “Shohih-nya” secara mu’allaq (1/146) di bawah Bab : “Melekatkan Pundak Dengan Pundak Dan Telapak Kaki Dengan Telapak Kaki Di Dalam Shaf” [ Lihat “Al-Fath” : 2/122 ].

Maka ada beberapa jawaban :

»Pertama : Jika memang tata cara merapatkan shaf dengan cara menempelkan mata kaki dengan mata kaki dan pundak dengan pundak, kenapa yang mengamalkan hanya “seorang” saja ? kemana yang lain dari para sahabat. Padahal, para sahabat adalah generasi yang paling bersemangat dalam kebaikan dan sunnah.

Bahkan dalam “Musnad Al-Mushili” disebutkan, bahwa perbuatan tersebut disempat dicela oleh Anas bin Malik :

قَالَ أَنَسٌ: «لَقَدْ رَأَيْتُ أَحَدَنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ، وَلَوْ ذَهَبْتَ تَفْعَلُ ذَلِكَ الْيَوْمَ لَتَرَى أَحَدَهُمْ كَأَنَّهُ بَغْلٌ شَمُوسٌ»

“Anas bin Malik berkata : Sungguh aku melihat salah satu dari kami melekatkan pundaknya dengan pundah sahabatnya, kakinya dengan kaki sahabatnya. Seandainya hari ini kami melakukan hal ini lagi, sungguh kamu akan melihat salah satu dari mereka seperti bighal (peranakan kuda dan keledai) yang menentang/melawan.”[ 6/381 ].

»Kedua : Makna melekatkan di situ bukan makna hakiki, akan tetapi makna majazi, artinya penyangatan dalam lurus dan rapat. Bukan benar-benar nempel.

»Ketiga : Itu dilakukan hanya untuk wasilah (perantara) meluruskan dan merapatkan shaf saja. Jika sudah lurus, maka tidak nempel lagi. Lihat keterangan sebelumnya dari ucapan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rahimahullah-.

[4]. Amaliah merapatkan mata kaki dengan mata kaki dan pundak dengan pundak ketika bershaf, tidak mungkin akan konsisten. Karena jika konsisten, mereka harus melakukannya dalam seluruh keadaan ketika shalat, dari takbir pembukaan sampai salam. Dan ini perkara yang tidak mungkin terwujud seperti ketika posisi sujud, atau duduk di antara dua sujud, atau duduk tasyahhud (awal ataupun akhir), dan yang lainnya. Ini semua justru menjadi indikasi tambahan, bahwa dibutuhkan celah/jarak dalam bershaf.

[5]. Para ulama kibar di Saudi pun tidak mengamalkan tata cara merapatkan shaf sebagaiman yang diamalkan oleh sebagian kecil muslimin di Indonesia ini. Bisa disaksikan lewat video atau gambar. Tentunya amaliah mereka didasarkan kepada ilmu dan bukan kejahilan.

Kesimpulan :

1]. Meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat, perkara yang disyari’atkan. Dan hukumnya sunnah menurut jumhur ulama’, tidak sampai derajat wajib.

2]. Meluruskan dan merapatkan shaf tidak dengan menempelkan mata kaki dengan mata kaki dan pundak dengan pundak. Akan tetapi dengan sedikit jarak antara keduanya. Dimana jaraknya tidak terlalu luas tapi juga tidak sampai nempel. Sekitar empat jari atau satu jengkal (antara telapak kaki yang satu dengan yang lain, bukan pundak).

3]. Adanya celah yang dilarang, adalah celah yang cukup dipakai untuk satu orang atau lebih. Adapun jika kurang dari itu, maka boleh (lihat point no : 2).

4]. Merapatkan shaf dengan menempelkan mata kaki dengan mata kaki dan pundak dengan pundak, hukumnya makruh, karena akan menganggu orang lain dan mengurangi kekhusyu'an seorang dalam shalatnya.

Semoga bermanfaat.

Saturday, July 20, 2024

latepost HARI ANAK NASIONAL

 

latepost HARI ANAK NASIONAL


*Mohon di Share kepada para Orang tua :*

========================

 *Ada 14 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan:*


*1. Cintailah aku sepenuh hatimu.*

*2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.*

*3. Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adikku atau orang lain.*

*4. Ayah Bunda jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.*

*5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.*

*6.  Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.*

*7. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.*

*8. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.*

*9. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sebagai orang tua adalah doa bagiku?*

*10. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.*

*11. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.*

*12. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya denganku. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.*

*13. Aku ingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang ada di kehidupanku dan masa depanku.*

*14. Berilah aku pendidikan agama, agar lepas tanggung jawabmu kelak, dan sebagai anak shaleh kita akan saling tarik menarik ke Surga*


Selamat hari ANAK NASIONAL

23 JULI

Berikan pelukan kepada anak minimal 10 x perhari...

Just share 🙏🏻🙏🏻🙏🏻





Friday, June 14, 2024

Sambutan perwakilan orang tua/wali murid PAUD AL-ISTIQOMAH KAJEN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

*اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*

*اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ, اَشْهَدُ اَنْ لۤا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ, وَالصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَی حَبِيْبِ اللّٰه مُحَمَّدِ بْنِ  اللّٰه وَ عَلَی اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَ مَنْ وَالَاه, وَقَالَ اللّٰهُ تَعَلَى فِى الْقُرْ أَنِ الْكَرِيْم  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم*

*اِنَّا أَنْزَالْنَاهُ قُرْأَنًا عَرَبِيًا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْن. اَمَّا بَعْدُ:*

Yang sama-sama kita hormati dan kita muliakan para orang tua kita, guru-guru kita wabil khusus Bapak. Drs. Azhari selaku ketua YAYASAN AL-ISTIQOMAH KAJEN. Yang kami hormati juga Ibu ZAMZAMI, S.Pd selaku pengelola beserta guru-guru dan staf TU PAUD AL-ISTIQOMAH KAJEN, yang terhormat Bapak dan Ibu wali murid, serta anak-anak yang kami cintai.

*Alhamdulillahirrobbil 'alamiin segala puji hanyalah milik Allah, Dzat yang telah menciptakan manusia dan mahluk-mahluk lainnya.

#Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kehadirot Rosulullah SAW. Beserta keluarga, sahabat dan semua umatnya hingga akhir zaman. Kita semua berharap semoga kita di yaumul qiyamah mendapatkan syafa'at beliau aamiin allahummma aamiin.#

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami selaku perwakilan dari orang tua dan wali murid PAUD AL-ISTIQOMAH KAJEN merasa sangat terhormat untuk menyampaikan pesan.

Hari ini adalah momen yang penuh kebahagiaan dan sedikit kesedihan melihat anak-anak kita siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Acara perpisahan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga tanda pencapaian penting dalam kehidupan anak-anak kita.

Saya merasa bangga melihat perkembangan yang luar biasa dari setiap anak. Mereka telah belajar banyak hal baru, mulai dari mengenal huruf, angka, rasa hormat, tanggung jawab, kerjasama dan lainnya.

Tidak lupa, kita harus memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pengelola PAUD AL-ISTIQOMAH KAJEN beserta para guru-guru yang telah bekerja keras. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing dan mengasuh anak-anak kita dengan penuh kasih sayang.

Kepada para orang tua maupun wali murid, saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini. Peran Bapak dan Ibu sangat penting dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan komite sekolah, kita telah menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Untuk anak-anak yang tercinta, kalian telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam hidup. Tetap semangat dan teruslah berusaha dalam meraih cita-cita. Kami semua sangat bangga dengan pencapaian kalian.

Sebagai penutup, semoga kenangan indah hari ini akan selalu diingat dan menjadi motivasi untuk meraih lebih banyak prestasi.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Selamat melanjutkan perjalanan ke jenjang yang lebih tinggi, anak-anak Sholeh Sholehah, cerdas, kreatif, mandiri dan hebat. Semoga sukses selalu menyertai kalian.


+ Kalau mendung akan turun hujan 

+ jangan masuk kehutan jati.

- jika ada kata-kata yang tidak berkenan 

- jangan masukkan dalam hati.


+ Ada Luna maya ada aura kasih

- tidak berlama-lama lagi kami ucapkan terima kasih

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Tuesday, November 14, 2023

SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH PAUD SAAT VISITASI AKREDITASI

 اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

أَلْحَمْدُ للهِ، اَلَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ, وَالصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَی حَبِيْبِ اللّٰه مُحَمَّدِ بْنِ  اللّٰه وَ عَلَی اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَ مَنْ وَالَاه, وَقَالَ اللّٰهُ تَعَلَى فِى الْقُرْ أَنِ الْكَرِيْم  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم  

اِنَّا أَنْزَالْنَاهُ قُرْأَنًا عَرَبِيًا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْن. اَمَّا بَعْدُ

Yang sama-sama kita hormati dan kita muliakan para  guru-guru kita, para orang Tua kita, wabil khusus TIM ASESOR.  Ibu Ambarsari U. G, M. Pd dan Ibu Shofatul Aliyah, S.E.  Yang sama-sama kita Hormati pula Ibu Hj. Suhertin, M.Pd selaku kepala Korwil bidang pendidikan dan juga Penilik kec. Plumbon, yang kami hormati juga Pengurus PC HIMPAUDI Kec. Plumbon. Tak ketinggalan para guru-guru dan Staf TU yang saya banggakan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Salah satu nikmatnya adalah kita bisa berkumpul dalam acara VISITASI AKREDITASI PAUD KOBER AL-ISTIQOMAH KAJEN. Meski hati ini teriris jika melihat berita saudara-saudara kita di PALESTINA yang kondisinya semakin mencekam, jangankan untuk sekolah untuk hidup nyaman saja sangat sulit. Semoga saudara-saudara kita disana dikuatkan iman islamnya dan juga segera aman Kembali.   Kedua kalinya sholawat beserta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan pengikuttnya sampai akhir zaman.

Selanjutnya, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada TIM ASESOR yang telah bersedia hadir di sekolah kami di tengah-tengah kesibukannya. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami semua. Hari ini sekolah kami akan melakukan Akreditasi. Kami berharap akrditasi ini dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

Akreditasi adalah pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dibilang lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu. Akreditas hari ini akan menentukan mutu serta kwalitas dari sekolah ini serta pandangan masyarakat terhadap sekolah ini. Sebagai penanggung jawab sekolah ini, pastinya kami berharap akan mendapat hasil yang terbaik akan tetapi itu bukan tujuan utama kami. Kami sangat mengharapkan bimbingan, dukungan, kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perkembangan sekolah ini. Karena tidak ada gunanya mendapatkan nilai bagus akan tetapi tidak ada perbaikan dan perkembangan yang terjadi di sekolah. 

Perbaikan dan perkembangan inilah yang akan menjadikan sekolah ini menjadi sekolah yang bermutu, berkwalitas dan diakui masyarakat. Untuk itu sekali lagi kami memohon kepada ibu-ibu ASESOR untuk memberikan bimbingan, dukungan serta kritik dan saran yang membangun untuk kami 

Terakhirkalinya saya mengucapkan beribu-ribu mohon maaf apabila dalam penyambutan dan penyelenggaraan acara ini masi banyak kekurangan. Mungkin Tempatnya kurang memadai dan jamuan yang kurang memuaskan, mohon di maafkam. Akhir kalamاَ

وَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Sunday, October 1, 2023

SAMBUTAN TUAN RUMAH PADA ACARA JAM'IYAH MAULID

 


*SAMBUTAN TUAN RUMAH 

PADA ACARA JAM'IYAH MAULID*


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهٖ وَالصَّحْبِهِ أَجْمَعِينَ، اَمَّا بَعْد


Yang sama-sama kita hormati dan kita muliakan para  'ALIM ULAMA, para sesepuh. Yang sama-sama kita hormati pula para guru-guru kita, para orang Tua kita, wabil khusus .... selaku ketua JAM'IYAH MAULID. Tak ketinggalan para BAPAK-BAPAK dan rekan-rekan remaja semua yang saya cintai dan saya banggakan, yang sudah menyempatkan hadir dalam acara ini.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Salah satu nikmatnya adalah kita bisa berkumpul dalam acara jam'iyahan ini semoga acara ini di berkahi dan di ridhoi Allah SWT. 


Kedua kalinya sholawat beserta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW. Beliaulah pemilik syafa'at yg di nanti-nantikan semua umat manusia. Semoga kita semua mendapatkan syafa'at beliau.. aamiin

Selanjutnya, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada semua bapak-bapak dan rekan-rekan remaja yang sudah menyempatkan hadir dalam rutinan jam'iyahan ini. Kehadiran kita di sini adalah bukti komitmen kita untuk terus meningkatkan mutu silaturahmi dan meningkatkan cinta kita kepada nabi Muhammad SAW. 


Terakhirkalinya saya mengucapkan beribu-ribu mohon maaf apabila dalam penyambutan dan penyelenggaraan acara ini masi banyak kekurangan. Mungkin tempatnya kurang memadai dan jamuan yang kurang memuaskan, mohon di maafkan, akhir kalam

وَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Wednesday, November 2, 2022

Teks MC ACARA WISUDAH KELULUSAN




🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


*اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ لاَنُحْصِيْ ثَنَاءًا عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلىَ نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلىَ ذَلِكَ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ الْبَشِيْرِ وَالنَّذِيْرِ الَّذِيْ تَنْفَتِحُ بِهِ أَبْوَابُ الْخَيْرِ وَتَنْغَلِقُ بِهِ أَبْوَابُ الشَّرِّ وَعَلَى آلِهِ اْلأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيٍّ الْعَظِيْمِ,أَمَّا بَعْدُ

         Yang kami Hormati dan kami mulyakan para 'alim ulama serta para sesepuh. yang kami hormati pulah Ketua Yayasa AL-ISTIQOMAH KAJEN Bpk. Drs. AZHARI beserta keluarga dan semua Guru-guru yang kami mulyakan. Bapak, ibu dan para mustami'in yang dimulyakan Allah.
       Marilah kita bersama-sama bersyukur kehadirat Ilahi Rabbi. Karena dengan rahmat, nikmat dan taufik serta hidayah-Nya semata, kita sekalian bisa berkumpul disini untuk melaksanakan kegiatan ACARA WISUDAH KELULUSAN, PAUD, TKQ,TPQ dan DTA AL-ISTIQOMAH KAJEN. Mudah mudahan acara  pengajian ini nanti disertai dengan taufiq serta hidayah Allah Rabbul 'Izzah. Aamiin. Dan hanya dengan rahmat-Nya pula kita bisa melaksanakan acara WISUDAH KELULUSAN.

Shalawat serta Salam semoga tetap tersanjungkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan semua orang yang tetap mengikuti jejak/ajaran-ajaran beliau.

Hadirin yang dimulyakan oleh Allah SWT. Tiada patut bagi kami apabila terlalu banyak bicara, oleh karena itu, untuk menyingkat waktu, baiklah akan kami sampaikan beberapa susunan acara pada pagi pengajian kuliah subuh ini. Antara lain sebagai berikut:

*Pertama : Pembukaan.
*Ke-dua : Gemah Wahyu Ilahi(pembacaan ayat suci Al-Qur'an).
*Ke-tiga : Pembacaan sholawat nabi 
*Ke-Empat : PRAKATA PANITIA
*Ke- Lima : SAMBUTAN-SAMBUTAN
*Ke-Enam : Acara inti Mauidoh Hasanah
*Ke- Tujuh : Prosesi Wisuda
*Ke-Delapan : Penutup/ do'a

Hadirin yang dimulyakan Allah

Pembukaan
Untuk mempersingkat waktu Marilah kita buka acara kali ini dengan bacaan surat Al-Fatihah.
*عَلَى هَذِهِ النِّيَة*
*وَعَلَى كُلِّ نِيَةٍ صَالِحَة اَلْفَاتِحَة*
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْم ۞ أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين ۞ ألرَّحمٰنِ الرَّحِيم ۞ مالِكِ يَوْمِ الدِين ۞ إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين ۞ إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليهم غَيْرِ المَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَ الضَّالِّين ۞
 *أمِين...*    
Terima kasih atas bacaan surat Al-Fatihahnya, semoga dengan pembacaan al-fatihah tadi bisa membawa lancarnya acara pada pagi hari ini. aamiin.
Baiklah kita lanjutkan acara yang kedua, yaitu gemah wahyu ilahi yang akan dibacakan oleh......... (NAMA PEMBACA). Kepadnya dipersilahkan.

--- SAAT PEMBACAAN GEMAH WAHYU ILAHI---

Demikianlah gemah wahyu ilahi yang telah dibacakan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan bagi si pembaca khususnya. Aamiin dan kepadanya diucapkan terimakasih.

Menginjak acara selanjutnya yaitu pembacaan sholawat nabi yang akan di sampaikan oleh.......(NAMA ORANG  YANG AKAN BERSHOLAWAT). kepadanya tempat dan waktu di persilahkan.

--SAAT ACARA SHOLAWAT TERSEBUT DISAMPAIKAN ---

Terima kasih atas pembacaan sholawatnya, semoga dengan pembacaan sholawat tadi menambah kecintaan Kita kepada Nabi Muhammad SAW. Hingga kelak nanti kita semua mendapatkan Syafaat dari Beliau. Aamiin

Ma'asyiral Muslimin yang dimulyakan Allah. Kini tibalah saat yang kita nanti-nantikan, yaitu acara inti MAUIDOH HASANAH yang akan disampaikan oleh beliau .........(NAMA PENGISI PENGAJIAN) dan sekaligus di tutup dengan do'a. kepadanya  Waktu dan tempat dipersilahkan.

---SAAT ACARA MAUIDOH HASANAH TERSEBUT DISAMPAIKAN ---

Demikianlah pengajian kuliah subuh yang telah disampaikan, mudah-mudahan bisa mendorong kepada kita sekalian kearah perbuatan yang diridhai oleh Allah dan menjauhkan dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. aamiin. Dan kepada beliau kami sampaikan terima kasih.

kami selaku MC mengucapkan beribu-ribu mohon maaf apabila dalam penyajian acara masi kurang berkenan dan kami ucapkan  terima kasih atas waktunya.

*Jika mendung akan turun hujan
*jangan masuk kedalam hutan jati.
*jika ada kata-kata yg tidak berkenan
*maka jangan masukkan kedalam hati


بِا للّٰهِ تَوْفِقْ وَالْهِدَيَه ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃            

Sunday, October 23, 2022

3 AMALAN AGAR MUDAH RIZKINYA.

 






Rangkuman dari isi mauidho Hasanah oleh: ibu Nyai HJ. FATMA ( Dari Pasawahan, CIREBON)

Dalam acara peringatan maulid nabi MUHAMMMAD SAW.  Jam'iyah fatayat muslimat SADESA MARIKANGEN

3 AMALAN AGAR MUDAH RIZKINYA


1. Zikir Pembuka Rezeki Melimpah: IJAZAH DARI GURU MULIA AL-HABIB UMAR BIN HAFIDZ


Imam Al-Baghdadi dalam kitab hadits Tarikh Baghdad meriwayatkan dari Imam Malik, perawi Abu Nu'aim meriwayatkan dari Sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membaca 'Laa ilaaha illallah al malikul haqqul mubin' seratus kali dalam sehari, maka memperoleh jaminan aman dari kemiskinan, diselamatkan dari dahsyatnya kubur, dan terbuka untuknya pintu-pintu surga.” (HR. Abu Nu'aim dalam bab Shifah al-Jannah, Al-Khatib Al-Baghdadi di Tarikhnya: 12/358-359).

AL-HABIB UMAR BIN HAFIDZ mengijazakan kepada kita semua untuk mengamalkan bacaan sebagai berikut:

لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ١٠٠x

 مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ


Artinya: tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar 100x, Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya.


Dijelaskan pula dalam kitab Jawami’ Al-Fawa’id, jilid 2, hlm. 17, disebutkan,

دعاء كاغكو كامفيلاكي رزقي

سفا وعكع مجا دعاء ايكي سدينا سوعى فيع ساتوس امبالان سوكور لويو اكيه إن شاء الله الله فاريغ سلامت ساكع فيرا-فيرا فومجا بيا دنيا اخرة صها ساكع فتنهي قبور صها سادار اتيني انداف اصور سوفان لن دي جمباراكي رزقيني بوتن ملارات سلامي-لامينيفون فدا اوكا ملارات دنيا صها ملارات اخرة صها فائدة-فائدة لينتونيفة

Do'a Kanggo Gampangake Rizki. Sapa wongkang moco doa iki, sedina suwengi ping satus ambalan, sukur luweh akeh, insyaallah, Allah paring selamet saking piro-piro poncoboyo dunyo akhirot, saking fitnah qubur, soho sadar atine, andap asor, sopan, lan dijembarake rizkine, mboten melarat selami-laminipun, pada uga melarat dunya soho melarat akhirat. Soho faidah-faidah lintunipun.


Artinya: Doa untuk menggampangkan rejeki. Barangsiapa yang membaca doa ini, sehari-semalam sebanyak seratus kali, syukur kalau lebih banyak lagi, insyaallah, Allah akan memberi keselamatan dari bencana dunia dan akhirat. Selamat dari fitnah kubur. Sadar hatinya. Rendah hatinya. Sopan. Dan dilapangkan rejekinya. Tidak akan melarat selama-lamanya. Baik melarat dunia maupun akhirat. Dan faidah-faidah lainnya.

Doanya adalah sebagai berikut:

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللّٰهَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ١٠٠x

 مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Artinya: tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar 100x, Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya.


2. AMALAN AGAR MUDAH RIZKINYA

Amalannya diijazahkan oleh Abah Guru Sekumpul yang diterima dari Habib Abdullah Al Aidrus putra Habib Sakran yang terkenal karena kewaliannya.

Inilah amalannya :

يَا قُدُّوْسُ يَا قُدُّوْسُ أَعْطِنِی الْفُلُوْسُ ، وَمَنْ اَذَانِي فَهُوَ مَنْفُوْس. بِفَضْلِ حَبِيْبِ عَبْدُ اللّٰه اَلعَيْدْرُوس (اِقْرَأْ 11 مَرَةً)

Ya Quddus Ya Quddus A’thinil fulus, wa man 'aadanii fahuwa manfus berkat Habib Abdullah Alaydrus (dibaca 11 kali)

“Wahai Yang Maha Suci, Wahai Yang Maha Suci berilah aku uang, siapapun yang memusuhiku maka ia akan kalah (manfuus), berkah dari Habib Abdullah Alaydrus”


3. Ini Amalan yang Bisa Dibaca Antara Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan Shalat Subuh

ِﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟﻠّٰﻪُ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟﻠّٰﻪ اﻟْﻌَﻈِﻴْﻢ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ اﻟﻠّٰﻪ ١٠٠ ×

Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Mahaagung, aku memohon ampun padaMu,".

Wirid ini lebih afdhal dibaca di antara shalat sunnah Qobliyah Subuh dan Shalat Subuh, namun jika tak sempat, maka dapat dibaca setelah melaksanakan Shalat Subuh, sebelum matahari terbit. Para masyayikh sangat memandang baik amalan tersebut, saking baiknya, seseorang juga dapat mengamalkannya sebelum matahari tergelincir. Maka sebaiknya seorang hamba tidak meninggalkan hari-harinya dari amalan tersebut.


Inilah  amalan yang menjadi wirid harian para Wali Allah yang sangat terkenal karena kesholehannya dan akhlaknya yang mulia. Semoga dengan kita menyebarkan ajaran Wali-wali Allah insya Allah kita akan menjadi umat yang dekat dengan Allah dan RasulNya. Aamiin.


Monday, December 6, 2021

DO'A QUNUT

 Berikut adalah bacaan doa qunut yang dilengkapi dengan versi latin dan artinya.

Doa Qunut

الَّلهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Doa Qunut Latin

Allâhummahdinî fîman hadait wa ‘âfiî fîman ‘âfait wa tawallanî fîman tawallait wa bârik lî fîmâ a’thait wa qî birahmatika syarra mâ qadhait fainnaka taqdhî walâ yuqdhâ ‘alaik wa innahu lâ yadzillu man wâlait walâ ya’izzu man ‘â dait tabârakta rabbanâ wa ta’âlait falakal hamdu ‘alâ mâ qadhait astaghfiruka wa atûbu ilaik wa shallallâhu ‘alâ Muhammadinil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Arti Doa Qunut

“Ya Allah berikanlah petunjuk kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk, Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan, Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan, Dan berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kuruniakan, Dan selamatkan aku dengan rahmat-Mu dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan, Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum, Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin, Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau, dan segala puji bagi-Mu atas yang Engkau hukumkan, Ku memohon ampun dan aku bertaubat kepada-Mu, (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Bacaan Doa Qunut Ketika Jadi Imam

Bacaan doa qunut di atas menggunakan kata kanti orang pertama tunggal, yaitu ana/saya. Maka doa di atas dibaca ketika sholat subuh sendirian.

Sedangkan ketika sholat subuh berjamaah maka membaca doa qunut dipimpin oleh imam dan para makmum hanya mengaminkan saja. Di sini sang imam, selain berdoa untuk dirinya sendiri, juga mewakili para jamaah. Oleh karenanya kata ganti pertama tungga diganti dengan orang pertama jamak, yaitu menjadi nahnu/kami.

Berikut doa qunut ketika dibaca oleh imam:

الَّلهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhummahdinâ fîman hadait wa ‘âfinâ fîman ‘âfait wa tawallanâ fîman tawallait wa bârik lanâ fîmâ a’thait wa qinâ birahmatika syarra mâ qadhait fainnaka taqdhî walâ yuqdhâ ‘alaik wa innahu lâ yadzillu man wâlait walâ ya’izzu man ‘â dait tabârakta rabbanâ wa ta’âlait falakal hamdu ‘alâ mâ qadhait nastaghfiruka wa natûbu ilaik wa shallallâhu ‘alâ Muhammadinil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

doa qunut subuh imam

Wednesday, November 10, 2021

Syair dari kitab Nashoihul 'Ibad maqolah ke 27

 Syair dari kitab Nashoihul  'Ibad 

maqolah ke 27


Sebagaimana yang diisyaratkan oleh seorang penyair di dalam syairnya berikut ini  :


يَا مَنْ بِدُنْيَاهُ اشْتَغَلْ # قَدْ غَرَّهُ طُوْلُ الْاَمَلْ

 اَوَلَمْ يَزَلْ فِى غَفْلَةٍ  # حَتَّى دَنَا مِنْهُ الْاَجَلْ

 اَلْمَوْتُ يَأْتِى بَغْتَةً   # وَالْقَبْرُ صُنْدُوْقُ الْعَمَلْ

 إِصْبِرْ عَلَى اَهْوَالِهَا  # لَا مَوْتَ اِلَّا بِاْلاَجَلْ


"Wahai, orang yang hanya disibukan urusan dunia! #  Sungguh engkau telah tertipu oleh angan anganmu yang panjang"


" Bukankah mereka selalu dalam keadaan lupa kepada Allah # Hingga dekatlah ajal bagi mereka."


" Sakaratul maut itu akan datang kepadamu secara tiba tiba #  dan kubur itu adalah peti dari segala amal."


" Bersabarlah terhadap semua yang menakutkan yang ada di dunia #

Tiada kematian, melainkan sakaraatul maut telah menjemputmu.``

Sunday, October 31, 2021

LIRIK LAGU MUHAMMADUN BASYARUN LA KA BASYARI

 

ِ مُحَمَّدٌ بَشَرٌ لَا گالْبَشَر

MUHAMMAD ADALAH MANUSIA, TAPI TIDAK SEPERTI MANUSIA BIASA


Muhammadun Basyarun La Kal Basyari


ِمُحَمَّدٌ مُحَمَّدٌ بَشَرٌ لَا گالْبَشَر 
ِبَلْ هُوَ گالْيَاقُوْتِ بَيْنَ الْحَجَر
Muhammadun Muhammadun basyarun lâ kalbasyari Bal huwa kal yâqûti bainal hajari
Muhammad (Saw) adalah seorang manusia namun bukan manusia biasa, dia laksana batu permata diantara bebatuan biasa

ِمُحَمَّدٌ سَيِّدُ الْگوْنَيْنِ وَالثَّقَلَيْن
ِوَالْفَرِيقَيْنِ مِنْ عُرْبٍ وَمِنْ عَجَم
Muhammadun sayyidul kaunaini wats-tsaqolaini wal farîqoini min ‘urbin wa min ‘ajami
Muhammad (saw) adalah pemimpin dua alam, dan dua ras dan dua golongan dari bangsa Arab maupun dari bangsa Ajam (selain Arab)

ٌنَبِيُنَا الآمِرُ النَّاهِي فَلَا أَحَد
ْأَبَر فِی قَوْلِ لَامِنْهُ وَلَا نَعَم
Nabiyyunâl ãmirun-nâhî falâ ahadun abarro fî qouli lâ minhu wa lâ na’ami
Nabi kita yang memerintahkan kema’rufan dan yang mencegah kemungkaran, yang tidak ditemukan satu pun makhluk Allah yang lebih benar ucapannya ketika mengatakan “ya” atau “tidak”.

ُهُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَی شَفَاعَتُه
ِلِکُلِّ هَول مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحَم
Huwal habîbulladzî turjâ syafâ’atuhu likulli haulin minal ahwâli muqtahami
Dialah seorang kekasih yang diharapkan syafa’at nya, pada setiap kejadian dari kejadian yang mengerikan.

ِدَعَا إِلیَ اللّٰهِ فَالْمُسْتَمْسِکُوْنَ بِه
ِمُسْتَمْسِکُوْنَ بِحَبْلٍ غَيْرَ مُنْقَسِم
Da’â ilâAllâhi fâlmustamsikûna bihi  mustamsikûna bihablin ghoiro munqosimi
Dia mengajak menuju Allah, maka yang berpegang kepadanya, berarti berpegang pada tali yang tidak akan kendor.

فاق النبيين فی خلق وفی خلق
ولم يدانوه فی علم ولا گرم
Fâqon-nabiyyîna fî kholqin wa fî khuluqin wa lam yudânûhu fî ‘ilmin wa lâ karomi
Dia (Muhammad) melebihi para nabi dalam penciptaan akhlaknya, dan tidak ada yang menyamainya dalam pengetahuan dan kemuliaan

وکلهم من رسول الله ملتمس
غرفا من البحر أو رشفا من الديم
Wa kulluhum min rosûlillâhi multamisun ghorfân minal bahri au rosyfân minaddiyami
Dan semuanya mengambil berkah dari Rosulullah, seraup dari lautan atau sepercik dari danau.

ﻣﺤﻤﺪ ﺃﺷﺮﻑ ﺍﻷﻋﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﻌﺠﻢ
ﻣﺤﻤﺪ ﺧﻴـــﺮ ﻣﻦ ﻳﻤﺸﻲ ﻋﻠﻰ ﻗــﺪﻡ
Muhammadun asyroful A’roobi wal ‘Ajami
Muhammadun khoiru man yamsyii ‘alaa qodami
Nabi Muhammad adalah termulia di kalangan bangsa Arab dan ‘Ajam (Non Arab)
Nabi Muhammad adalah sebaik-baik manusia, yang berjalan di bumi ini.

ﻣﺤﻤــﺪ ﺑﺎﺳﻂ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﺟﺎمعه
ﻣﺤﻤـــــﺪ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻹﺣﺴــﺎﻥ ﻭﺍﻟﻜــــﺮﻡ
Muhammadun baasithul ma’ruufi jaami’uhu
Muhammadun shoohibul ihsaani wal karomi
Nabi Muhammad adalah sosok yang kebaikannya begitu luas secara keseluruhan
Nabi Muhammad lah penghulu kebaikan dan kemuliaan

ﻣﺤﻤـــﺪ ﺫﻛـــﺮﻩ ﺭﻭﺡ ﻷﻧﻔﺴﻨــــــــﺎ
ﻣﺤﻤﺪ ﺷﻜﺮﻩ ﻓــﺮﺽ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻣــــﻢ
Muhammadun dzikruhu rouhun li-anfusinaa
Muhammadun syukruhu fardlun ‘alaal umami
Nabi Muhammad, mengingatinya adalah penenang bagi hati kita. Nabi Muhammad, mensyukuri keberadaannya adalah wajib bagi ummat

ﻣﺤﻤﺪ ﺯﻳﻨﺔ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺑﻬﺠﺘﻬـــﺎ
ﻣﺤﻤــــــــﺪ ﻛﺎﺷــﻒ ﺍﻟﻐﻤﺎﺕ ﻭﺍﻟﻈﻠﻢ
Muhammadun ziinatud-dunyaa wa bahjatuhaa
Muhammadun kaasyiful ghummaati wadh-dhulami
Nabi Muhammad adalah penghias dunia dan kemegahannya,
Nabi Muhammad, pelebur bencana dan kegelapan

ﻣﺤﻤــــﺪ ﻳـــﻮﻡ ﺑﻌﺚ ﺍﻟﻨــــﺎﺱ ﺷﺎﻓﻌﻨــــﺎ
ﻣﺤﻤـــﺪ ﻧﻮﺭﻩ ﺍﻟﻬــــﺎﺩﻱ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﻠــــﻢ
Muhammadun yauma ba’tsin-naasi syaafi’unaa
Muhammadun nuuruhul haadii minadh-dholami
Nabi Muhammad, kelak di hari kebangkitan, dialah pemberi syafaat kita (umatnya)
Nabi Muhammad, nurnya ibarat penyuluh hidayah dari kegelapan

ﻣﺤﻤــــــــﺪ ﻗﺎﺋﻢ ﻟﻠﻪ ﺫﻭ ﻫﻤـــــــــﻢ
ﻣﺤﻤـــــــﺪ ﺧﺎﺗـــــــﻢ ﻟﻠﺮﺳﻞ ﻛﻠﻬــــﻢ
Muhammadun qoo-imun lillaahi dzuu-himami
Muhammadun khootamun lirrusli kullihimi
Nabi Muhammad, tidak putus-putus menghadap Allah dengan penuh harapan,
Nabi Muhammad adalah penutup para Rasul Allah seluruhnya.